#blogging competition

The Guardians of Atlas City

7:18 PM


Warning: Ini adalah postingan yang secara materi agak berat dibanding biasanya, berhubung saya kuliah di jurusan yang dituntut buat sadar akan masalah penataan ruang wilayah-kota, jadi yah begitulaah.. Selamat membaca :)

THE GUARDIANS OF ATLAS CITY
Kontribusi Komunitas Kawula Muda Menjaga Ketahanan Kota Semarang



Untuk membuat Kota Semarang jadi tangguh, dibutuhkan mereka sang penjaga ketahanan kota. Menjaga ketahanan si Kota Atlas agar selalu bisa menghadapi segala guncangan dan tekanan. Hmm.. Siapa sebenarnya mereka? 

"Cities are only as resilient as their resident"

Semarang Kota Tangguh?

Hmm.. Semarang yang bagaimana itu? Perlu kita sederhanakan bahasanya, bahwa:
Kota Semarang x konsep resilience city = Semarang Kota Tangguh
Kenapa harus resilience city yang dipilih Kota Semarang? Kita mulai dengan teori Trinity World, yang menyebutkan bahwa tantangan kota-kota saat ini ada 3: urbanisasi, globalisasi dan perubahan iklim (Abdrullaev, 2011). Ketiganya itu juga dihadapi Kota Semarang dan konsep resilience city yang bisa bikin kota tangguh merupakan konsep yang bisa menjawab tantangan tadi. Konsep ketahanan kota membuat kita berpikir lebih strategis saat bikin rencana, pembangunan dan menjalankan fungsi kota, serta memastikan sistem yang ada melingkupi seluruh lapisan masyarakat. Wah kayaknya praktis banget tuh.. walaupun sebenernya tidak semudah itu..

Tapi sebelumnya, bayangkan kalau cara kerja pembangunan yakni membangun dan memperbaiki setelah keadaan darurat terjadi. Pembangunan tersebut bersifat boros, dan dana daerah yang digunakan tidak bisa untuk mencapai sasaran lain. Lebih penting lagi buat kita memandang ketahanan kota bukan hanya sekedar sebagai aktivitas ‘after shock’, tapi sebagai sesuatu yang secara aktif dikejar bersama-sama.

Keinginan Kota Semarang tadi didukung dengan menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang terlibat dalam program global 100 Resilience City (100RC), yang diselenggarakan oleh Rockerfeller Foundation. Dengan ikut terlibat program 100RC, pemerintah Kota Semarang benar-benar berharap bisa mengatasi tantangan dan permasalahan perkotaan yang ada, biar bisa bikin Kota Semarang secara berkelanjutan nyaman ditinggali.

Kota Semarang melalui 100RC-nya, bercita-cita menjadi kota tangguh, a resilient city, dimana kapasitas individu, masyarakat, lembaga, swasta dan sistem di dalamnya bisa bertahan, beradaptasi dan tumbuh dengan adanya berbagai guncangan dan tekanan yang dialami, baik fisik maupun sosial. Konsep ketahanan kota ini memungkinkan Kota Semarang buat mengevaluasi keterpaparan kota Semarang sendiri terhadap guncangan dan tekanan tertentu. Tujuannya yakni buat ngembangin rencana yang proaktif juga integral, dalam menghadapi tantangan tadi dan biar bisa merespon secara efektif.


Guncangan dan Tekanan di Kota Semarang


Pondasi Semarang Kota Tangguh
Buat bikin Semarang Kota Tangguh, itu layaknya seperti bangunan, ada material dasar untuk membuat pondasi kokoh. Material inti tadi ada 4: Manusia, Konsep, Sistem dan Infrastruktur. Masing-masing substansi tadi harus saling bekerja sejalan dan bersama-sama.


Komponen Kota Tangguh

Unsur manusia menjadi salah satu kunci utama keberhasilan aksi #SMGTangguh. Pendekatan yang mengutamakan unsur manusia didasarkan pada perluasan, promosi dan perlindungan kapasitas manusia. Manusia disini tidak hanya pemerintah, sebagai pemegang kekuasaan. Tapi bisa meluas termasuk masyarakat umum, pihak swasta, pihak investor, pihak non-governmental, dan juga termasuk di dalamnya anak muda!

Apa yang bisa dilakukan anak muda buat bikin Kota Semarang jadi kota yang tangguh?
Kembali kalo kita balikin ke subjek kita: anak muda. Apa sih kelebihan mereka, sampe-sampe harus dilibatin buat bikin Semarang Tangguh?

“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya
berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno)

Sebagus apapun peraturan dan kebijakan udah dibuat, masyarakat tetap menginginkan bukti nyata hasil perencanaan. Kota Semarang harus bisa mewujudkan rencana-rencana tadi dan hal itu nggak bisa berjalan dengan maksimal kalau sedikit pihak yang terlibat. Dengan berkaca pada pengalaman berbagai kota, maka kerjasama antara pemerintah-publik menjadi kunci keberhasilan kota menjadi resilient. Sebagus apapun rencana, persiapan dan institusi, ketahanan kota yang sebenarnya, datang dari kekuatan ikatan sosial di kota tersebut.

Adanya dialog-dialog terbuka, memastikan seluruh komunitas ikut serta adalah pekerjaan besar yang perlu dilakukan bersama. Penduduk Kota Semarang tidak bisa terus menerus menggantungkan diri pada pemerintah ketika ada masalah datang. Seperti kata walikota New Orleans, Mitch Landrieu, kota yang pernah dilanda badai Katrina sbb:


Seluruh komunitas yang ada harus terlibat, apalagi anak muda yang notabenenya adalah generasi penerus, pemegang masa depan kota. Tapi ga cuma sebatas status, dengan kondisi tersebut generasi penerus dituntut jadi generasi yang harus lebih baik dari generasi sebelumnya. Mereka harus lebih agresif dan inovatif dalam mengelola kota. Mimpi Kota Semarang menjadi Kota Tangguh adalah misi jangka panjang yang butuh pemuda-pemuda yang punya kesadaran untuk meneruskan mimpi-mimpi pembangunan Kota Semarang tadi, bahkan lebih. Seperti lari estafet, ada tongkat harapan yang perlu dibawa sampai ke garis finish #aseek

Anak muda juga bagian dari masyarakat yang merasakan bagaimana lingkungan tempat dia tumbuh berkembang mengalami berbagai perubahan fisik dan sosial. Remaja dapat menjadi partner strategis untuk diajak bekerjasama menggali kondisi akan tempat tinggalnya sendiri. 

Secara jumlah, komposisi anak muda di Kota Semarang dapat dilihat secara kasar, dengan keberadaan pusat-pusat pendidikan. Dengan komposisi jumlahnya terdapat 6 perguruan tinggi negeri, 18 perguruan tinggi swasta, serta lebih dari 20 SMA, waah.. gimana gak fantastis tu jumlah sumber daya pemudanya ? 

Anak muda nih.. rata-rata memiliki kondisi dimana dia punya waktu, energi berlebih, semangat mencari pengalaman, idealis, namun peran mereka masih kurang. Mereka bisa merasakan jika ada kesalahan, bisa menerima hal dan cara baru, dan potensi tadi harusnya bisa berkontribusi. Penglibatan mereka sedari muda akan membuat mereka merasa memiliki Kota Semarang.



Satu hal yang kudu diperhatiin pembuat rencana, kebijakan, bahwa resilience adalah bentuk intervensi perencanaan. Ada aspek ‘social-engineering’ yang perlu dimasukkan dalam pembuatan rencana. Pada akhirnya, masyarakat dari sisi sosial diharapkan sudah memiliki self-regulation sendiri. Hal itu akan membuat mereka disiplin tanpa perlu pengawasan pemerintah. Kita juga semua harus percaya bahwa kebijakan akan pembangunan kota seharusnya dilandasi oleh pengetahuan yang dimiliki oleh warga, dan bukan hanya bertumpu pada pemilik modal dan birokrat. Dan bagaimana anak muda bisa bekerja, ikut belajar bersinergi bikin Kota Semarang Tangguh? Jawabannya.. ada pada skema berikut:

TAHU - PEDULI - PAHAM - MENERIMA - PERUBAHAN PERILAKU
(hasil kuliah yang jadi renungan seharian)



Agar Banyak Pemuda Tahu dan Peduli
Dalam framework City Resilience, terdapat dimensi Leadership dan Strategy. Dimensi tersebut dikendalikan salah satunya oleh pemberdayaan stakeholder dengan lingkup seluas-luasnya –dalam konteks ini juga termasuk kamuuu.. ya kamuuu.. anak muda. Hal itu berarti bahwa semua anak muda harus bisa terinformasi secara baik dan juga ikut terlibat. Didalamnya juga termasuk kemudahan akan akses terhadap informasi dan pendidikan, komunikasi antara pemerintah dengan publik, transfer knowledge, serta pengawasan yang tepat waktu.

1. Gunakan Media Sosial
Rasa mengenali akan lingkungannya sendiri akan membuat anak muda merasa peduli dan memiliki. Memiliki lingkungannya, kampungnya, kotanya. Modal sosial di perkotaan ga bisa didapat kaya di pedesaaan. Anak muda kota dengan segala kedinamisannya, dapat memanfaatkan media sosial untuk menjadi agen informasi real-time ke anak muda. Bagi anak muda yang suka dibidang kreatif, seni, digital art, grafitti, bisa dirangkul untuk semakin menggalakkan melalui laman-laman kreatif, instagram, blog, twitter, facebook, path, bahkan aplikasi chatting semacam LINE. Buat yang ahli ngode, ngodein program maksudnya, bukan ngodein orang.. bisa bikin program atau aplikasi android sejenis yang menampung komunitas muda dan agenda-agendanya. Selain itu, iklan-iklan yang cactchy bisa dipersiarkan melalui radio atau koran lokal, sehingga bisa bikin mimpi bersama Semarang Tangguh semakin terdengar gaungnya

2. Ciptakan Tren
Pengenalan konsep Semarang Kota Tangguh, isu-isu pembangunan terkini, ajakan aktivitas lingkungan sosial yang seru, forum-forum dunia maya, dapat secara masif membentuk pola pikir anak muda. Agenda-agenda #exploresemarang – nya anak muda tidak harus ke tempat-tempat yang memanjakan mata, tapi perlu sekali jalan-jalan ke tempat bagaimana ke padatnya kampung-kampung kota, daerah pesisir Mangkang, daerah rob Semarang Utara, ke kawasan industri Tugu, pinggiran sungai Kali Bringin, ke padatnya permukiman di sekitar pemakaman Bergota, betapa ramainya Tembalang. Paling tidak mereka akan lebih tahu bagaimana beragamnya rupa Kota Semarang yang harus diselesaikan.

Seperti yang dilakukan Himpunan Mahasiswa Teknik Planologi UNDIP pada tahun 2014, menyelenggarakan kegiatan DIPOCITION, dengan tema “Climate Change and Urban Resilience”. Diikuti dengan rangkaian kegiatan seminar nasional, penanaman mangroove, urban campaign, sosialisasi ke siswa sekolah hingga festival jajanan sewu yang menjadi stimulus bagi pemuda untuk berwirausaha. Pada tahun ini, DIPOCITION 2015 berlanjut dengan tema Creative City. Hal ini menjadi tren yang bagus jika selalu dilanjutkan dari tahun ke tahun. Dimulai dari mereka yang sudah tahu akan pentingnya mengangkat isu perkotaan, para mahasiswa menyebarkan tren pentingnya mengetahui isu perkotaan ke khalayak umum.

Beberapa rangkaian acara DIPOCITION 2014


Interests lead to skills, which lead in turn to commitment,
a key component of identity formation
(Kleiber; Marcia, 1980)

Agar Pemuda Memberi Solusi
Didukung pemuda-pemuda yang sudah memiliki pengetahuan dasar tentang resilience city, Kota Semarang bisa melibatkan komunitas peduli lingkungan serta mahasiswa-mahasiswa berbagai lintas jurusan untuk semakin menggemakan isu ini. Misalnya mengevaluasi praktek perencanaan yang melibatkan praktisi. Evaluasi tadi tidak sekedar mencari kekurangan, tapi lebih mencari akar masalah serta solusi inovatif. Karena sekarang bukan saatnya pemuda hanya bisa mengeluh dan mencaci maki masalah, tapi Kota Semarang butuh mereka yang memberi solusi.

Agen Public Relation
Menjadi agen ‘public relation’ antara pemerintah dan masyarakat. Dengan menjadi sosialisator, fasilitator, penyambung aspirasi masyarakat untuk pemerintah, juga sebaliknya, penyambung keinginan pemerintah untuk masyarakat. Karena ketahanan sangat penting dibangun untuk melindungi termiskin dan paling rentan di antara kita, yakni mereka yang biasanya hidup di daerah yang paling mudah terkena dampak, dan mereka harusnya memiliki tabungan simpanan atau asuransi untuk melindungi mereka jika terjadi bencana. Di tiap sekolah-sekolah di Semarang juga dapat dibentuk 'agen-agen' resilient city untung menyebarluaskan agenda Semarang Kota Tangguh dan juga mengajak anak muda lain untuk lebih peduli. Di lingkungan sekitar, melalui  kegiatan-kegiatan komunal seperti gotong royong, pengajian, arisan, dll dapat dilakukan sosialiasi pemahaman ketahanan kota dan praktek-praktek yang berhubungan. Agenda desa-desa binaan harusnya juga ketika di kampus juga harusnya menjadi sarana belajar antara mahasiswa dan masyarakat untuk lebih bisa menerapkan konsep resilient city di kota Semarang.

Langsung Aksi Tanpa Basa Basi
Melakukan praktek terkait kegiatan resilient city sebenarnya bisa dimulai dari hal-hal kecil sehari-hari. Dilihat dari guncangan dan tekanan, kita bisa membuat perubahan dimulai dari hidup kita sendiri sebagai anak muda. Karena “knowledge is worthless if you don't know how to use it”, maka segera saja, mari kita terapkan lifetyle #SemarangTangguh. Praktek tersebut bisa dimulai dari melihat tekanan dan guncangan Kota Semarang, dari situ pemuda dapat melakukan banyak hal-hal sebagai berikut:
  • Belajar melalui komunitas-komunitas yang ada sesuai dengan passion masin-masing.
  • Ekonomi dan kemiskinan? Belajar entrepreneurship, belajar menjadi pedagang sejak kecil tanpa malu-malu
  • Kemacetan? Hmm.. yang ini agak susah, karena kemacetan adalah dampak dari sistem dan solusinya adalah memperbaiki sistem tersebut secara keseluruhan. Sebagai anak muda, jadilah ahli trasnportasi, jadilah pimpinan kota yang dapat menciptakan sistem tersebut di masa depan, karena campaign-campaign gerakan transportasi yang ramah lingkungan saja tidak cukup untuk menciptakan transportasi yang berkelanjutan.
  • Sampah? Tidak cukup buang sampah pada tempatnya, tapi juga olah sampah menjadi rupiah dengan membuat kompos, kerajinan tangan, membuat barang-barang DIY.
  • Electricity? Penggunaan barang-barang ramah lingkungan, juga pola hidup yang bijak dalam menggunakan barang elektronik: lampu, kipas angin, AC.
  • Ketahanan pangan? Mensupport bahan-bahan makanan lokal dan berusaha menggali berbagai resep kuliner lokal
  • Linkungan Hijau? Bertanam awabannya.. Bertanam sebenarnya kegiatan menyenangkan karena bisa menjadi sarana rekreasi di tengah penatnya kehidupan perkotaan. Bagi anak muda angtinggal di kota dan suka kegiatan ang berbau tanaman, sampai saat ini masih ngetren secara global kegiatan urban farming, dengan berbagai inovasinya seperti hidroponik dan vertical garden. Gerakan penghijauan di kota juga sebenarnya dapat melibatkan mereka si anak muda yang merindukan ruang-ruang hijau.
  • Menambah pengetahuan tentang cara hidup sehat dan ramah lingkungan, mengikuti workshop, campaign, menjadi volunteer, diskusi bersama isu-isu lingkungan sekitar.

Komunitas Seru
Melalui komunitas, anak muda akan berkumpul dan berlajar bersama untuk memiliki kesamaan pikiran, pemahaman dan kepedulian bersama. Agenda membuat Semarang Tangguh merupakan hajatan bersama yang membutuhkan banyak orang di dalamnya. Melalui komunitas-komunitas yang sudah ada, bisa kita hembus dan naikkan isu resilience city di Semarang. Berikut merupakan beberapa komunitas yang sudah sepatutnya jadi inspirasi pemuda-pemuda untuk ada di Semarang, dan potensial untuk bersinergi untuk terlibat gerakan Semarang Kota Tangguh:
  • Indonesia Berkebun, komunitas yang bergerak melalui media jejaring sosial yang punya tuuan buat menyebarkan semangat positif untuk lebih peduli kepada lingkungan dan perkotaan dengan program urban farming, yaitu memanfaatkan lahan tidur di kawasan perkotaan yang diubah menjadi lahan pertanian/perkebunan produktif. Di Semarang sudah ada jaringannya yakni Semarang Berkebun. Namun yang perlu jadi sorotan yakni keterlibatan pemuda di dalamya juga harus ada. Misal, di Bandung, terdapat gerakan pemuda sadar pertanian dan panganan lokal: Agritektur (tumblrnya), yang perlu di adakan juga di Kota Semarang.
 Kegiatan Indonesia Berkebun
Aktivitas Urban Farming di Indonesia Berkebun
  • Komunitas-komunitas lingkungan lainnya: KOPHI Jateng, yang berpusat di Semarang, merupakan cabang dari KOPHI nasional, lalu ada CEO Semarang (Care Environmental Organization) & Atmosphere. Dan dapat dipastikan bahwa sebenarnya di tiap-tiap universitas di Semarang ada banyak perkumpulan yang mengkhususkan diri di bidang lingkungan.
  • AIESEC UNDIP, komunitas global yang juga memiliki chapter di Kota Semarang yakni melalui UNDIP, menjadi komunitas mengkhususkan diri pada self-development dan leadership di anak-anak muda. Dengan agendanya dan berbagai kerjasama, AIESEC mencoba mengajak anak muda yang bedomisili di Semarang untuk mengembangkan potensi soft skill mereka.
  • KeSEMaT, akronim dari Kelompok Studi Ekosistem Mangrove Teluk Awur (KeSEMaT) adalah Unit Kegiatan Kemahasiswaan Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro Semarang. Melalui kegiatannya yakni Mangrove Education Center of KeSEMaT (MECoK), juga dengan komunitas volunteernya, KeMANGTEER Semarang, mereka mencoba berfokus pada usaha penanaman mangroove sebagai bentuk kepedulian lingkungan di bagian wilayah pesisir.
  • Ada pula komunitas online semacam Loenpia sebagai komunitas para blogger Semarang yang sudah berusia 8 tahun. Komunitas ini memiliki peran penting sebagai forum tukar pikiran warga Semarang, termasuk anak muda, dengan aktivitas blogging atau menulis kreatif.
  • Komunitas pecinta sejarah di Semarang, seperti OASE, Lopen. Komunitas ini mencoba menjaga kecintaaan sejarah akan Semarang dengan agenda-agendanya dan mengangkat isu-isu berkaitan pelestarian cagar budaya di Semarang. Mereka perlu diajak untuk melihat sejarah Semarang dari sisi perubahan adaptasi dan modernitas. Bagaimana sejarah berbagai tantangan di Kota Semarang, dapat menjadi pembelajaran bersama ke depan.
  • Komunitas seni kreatif, yang dapat menjadi media yang mengkritisi isu-isu perkotaan dan manusia di Kota Semarang, hasil karya mereka dapat menjadi media efektif untuk menarik massa. Di Semarang terdapat ORarT ORET, juga Karamba Art.
  • Dan komunitas-komunitas pemuda lainnya yang tidak terdeteksi di tingkat lingkungan

Melihat betapa beragamnya komunitas tadi harapan saya sih, sebenarnya di Semarang sudah banyak komunitas muda yang bagus, dengan fokus masing-masing, sudah bergerak dan berusaha beraksi langsung menghadapi guncangan dan tekanan Kota Semarang. Namun baiknya mereka tidak sekedar melakukan misi dari organisasi itu saja, tapi saling kolaborasi. Komunitas-komunitas lokal terutama, baiknya ikut serta menerapkan misi makro yang bersifat jangka panjang tadi, Kota Semarang Tangguh. Sehingga perlu dibuat semisal database dan forum yang memudahkan koordinasi.

Saat ini sudah ada forum semisal Rembug Socmed, yang mempertemukan kalangan-kalangan online yang diinisiasi anak muda, dengan Pemerintah Kota Semarang yakni walikota Semarang, Pak Hendi. Perlu diadakan pula temu komunitas-komunitas anak muda di Semarang sejenis, untuk membahas agenda Semarang Kota Tangguh. Hal tersebut bisa menjadi langkah awal partisipasi para anak muda melalui komunitasnya, dengan harapan dapat bersinergi satu sama lain, termasuk dengan pemerintah. Sehingga kegiatan-kegiatan mereka menjadi satu kesatuan yang saling melengkapi satu sama lain, seperti kepingan puzzle.

Berbeda beda dan bersama-sama untuk turut andil

Sama-sama Aktif
Nah kalau anak muda udah ngelakuin hal-hal diatas, pemerintah sebagai pihak berwenang juga punya andil buat bikin kebijakan ‘social-engineering’ terkait anak muda. Kata kuncinya adalah: empowerment alias pemberdayaan. Tidak cuma berpartisipasi saja, tidak sekedar mengikutsertakan, tapi menggiring mereka dengan pengetahuan dan berbagai dorongan. Misalnya saja, pemerintah bisa saja memberi kemudahan komunitas-komunitas untuk tumbuh subur dengan stimulasi secara fisik keraungan, berupa penyediaan ruang-ruang publik yang aman dan nyaman bagi komunitas muda untuk berkumpul.


Bryan Park di tengah-tengah New York,
contoh ruang publik yang sukses digunakan sebagai tempat berkumpul komunitas

Terkait pemberdayaan anak muda, menurut Kiefer (1984): "Semakin lama peserta memperpanjang keterlibatan mereka, semakin mereka akan memahami. Semakin mereka memahami, semakin termotivasi mereka untuk terus bertindak. Semakin mereka terus bertindak, maka mereka semakin proaktif. Semakin proaktif mereka, mereka akan semakin meningkatkan keterampilan dan efeknya secara lebih lanjut. Semakin mereka merasakan keterampilan dan efeknya, maka akan semakin besar kemungkinan mereka akan tetap melakukan hal tersebut di masa mendatang”.

Kita semua satu tim, satu tim untuk mencapai tujuan #SMGTangguh. Tujuan itu adalah bentuk pilihan kita dalam menentukan nasib tempat kita tinggal kita, nasib Kota Semarang.

The Guardians of Atlas City
Guardians? Penjaga dan pengawal kota Semarang menuju Kota Tangguh? Ya pada akhirnya, bisa dibilang... bahwa mereka, para pemuda, adalah sang penjaga, karena mereka mereka memang bertugas menjaga mimpi keberlanjutan Semarang Kota Tangguh. Mereka jadi wakil dari rakyat, tapi juga menjadi tangan panjang pihak pemerintah untuk turut beraksi di tengah-tengah masyarakat. Semuanya dilakukan anak muda untuk mewujudkan mimpi-mimpi kota yang lebih baik untuk ditinggali, menuju Semarang Kota Tangguh di masa depan.

Referensi:
http://100rcsemarang.org
https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Semarang#Pendidikan
http://tentangsmg.com/lifestyle/komunitas-generator-kreativitas-di-semarang.html
http://www.boomsbeat.com/articles/2158/20140414/check-out-all-the-fun-things-to-see-and-do-at-bryant-park-new-york-photos.htm

 -//-

 Keterangan: Tulisan ini terpilih sebagai finalis pertama lomba blog Semarang Tangguh oleh 100RC Semarang, Oktober 2015
 

#artwork

RUPAPURA Art Project

7:00 PM

I decided that I'm gonna using instagram under @rupapura account to post my artworks from now. The name "RUPAPURA" itself, i didn't believe that i had did some research about deciding a name that i'm so proud of.. LOL XD


  • rupa: a hindi word, means beauty. but it also used by javanesse since India and Java has a culture history in the past. in javanesse it means visual.
  • pura: an indonesian word, means city or a place to gather. pura is used as suffix when naming a place, like singapura, martapura, adipura
 
RUPAPURA isn't only a wordplay, it has philosophy that it'll be my groundplay to collect the beauty side of my hand draws :P i want to develop my skill, especially in quick sketch and illustrating. Please do follow me if you interested more.

#blogging competition

Bukan Sembarang Cewek Teknik

6:09 PM

Cewek Teknik?
Cewek macam apa dia?

Cewek strong yang udah ga dikenal bentuknya sebagai cewek, karena tuntutan lingkungan studinya? Cewek ‘natural’ tanpa make up yang ga peduli ama penampilan?

huh well..

Sebagai cewek teknik sendiri, aku bisa bilang mungkin ada benarnya, ada ngga nya juga. Kita ga bisa menyamaratakan, karena tiap orang diciptain berbeda-beda. Cewek kan makluk unik dengan segala kesibukannya kadang apapun bisa dia lakuin, nah apalagi cewek-cewek di teknik yang satu ini nih, cewek di Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota.

Walaupun ga jauh beda, dengan teknik-teknik lainnya, jurusan teknik ini punya keasikan tersendiri. Kita nih, yang sekolah di Teknik PWK –ecieee sekolaah-, termasuk cewek-ceweknya sering dituntut buat pergi langsung ke lapangan. Dan kalian tau bagaimana bentuk ‘lapangan’ tadi? Lapangan kami itu..

Pinggir jalan besar... dimana kita dilimpahi debu..
Kawasan kumuh... yang mayoritas bisa ditemuin sampah berserakan..
Kawasan terpencil... tempat sinyal hilang..
Kawasan industri... penuh truk tronton lalu lalang..
Ke area tambak Semarang... yang panasnya subhanallah..
Ke pertanian luas... yang selalu bikin kita makin kagum ama Indonesia ..
Ke kandang ternak... cuman gara-gara penasaran...
Ke tempat wisata... dimana kita jadi tiba-tiba take-too-much-selfies..
Bahkan ke negeri seberang... yang penuh budaya baru...

terus,

Dari tempat yang kota banget, sampe masih adem desa..
Dari jalan yang yang satu jam ga dilewatin, sampe jalan yang selalu macet...
Dari yang sejauh mata memandang cuma sawah tegalan, sampe ke pemukiman yang ga ada celahnya..

Kayanya semuaaa dijabanin deh.. demi yang namanya totalitas nyari data, ninjau keadaan lapangan

Dari yang natural, sampe yang buatan


Dari jalan yang bisa buat berenang, sampe jalan yang bisa diajak syuting


Enak ga sih? Enak kebangeeetan... Dengan sering bepergian kita bakal nemuin berbagai hal-hal seru yang suka bikin kita terkejut. Terkejut secara positif dan negatif huehuehehe..

Kita juga dituntut buat fleksibel dan berani berhadapan dengan macem-macem orang. Dari yang cuman nanyain arah gara-gara keseringan kesasar, terus disangkain kita pihak pemerintah yang mau ngasih bantuan, nemuin penduduk perkotaan yang kadang susah ditanyain macem-macem, sampe harus bisa berhadapan dengan bapak-ibu dinas, pejabat dari tingkat desa sampe pusat. Dari dengerin keluh kesah pak tani, ke-nggak nyambungan narasumber, juga sampe curhatan keprihatinan bapak kades.


Dari yang ketemu orang-orang terpandang,
sampe adek adek usil yang malu malu mau, nampang juga akhirnya


Soft skill hard skill, software hardware, softcover hardcover, semua kudu disentuh haha.. Ga maen-maen kuliah selama 3 tahun ini, berbagai medan udah di jamah, outputnya bikin mental makin fleksibel buat ngadepin berbagai situasi.

Ga jauh beda juga dengan teknik lain yang ke lab buat praktikum. Kita juga nge ‘lab’ buat ngerumusin hasil rencana yang bakal jadi produk akhir, dan ini nih yang bikin waktu tidur berkurang. Duduk berjam-jam di depan laptop, semalam begadang bareng-bareng. Bikin analisis data, revisi siteplan kawasan, nyari referensi sebanyak-banyaknya, nyusun kata-kata, diskusi ide sampe semua akhirnya tumbang satu-satu..

Ga cuma harus punya otak, tapi juga tetap punya mental baja di lapangan. Kita belajar pentingnya kerja keras, tepat waktu, ama mampu komunikasi ama berbagai orang dari berbagai latar belakang. Tapi dibalik itu semua ada satu dari sekian hal yang ga bisa dilepasin dari anak-anak teknik buat jadi pribadi yang luwes yang bisa diandalkan.

Senyum!
Yaa.. Senyum tulus, sebagai surveyor pencari data, peninjau lapangan, juga pejuang tugas semalam

Dengan senyum, temen-temen se-gengs yang tadinya lesu harapannya dapat kita tulari dengan aura positif kita. Kalo senyum timingnya tepat, dan ditaruh di tempat yang tepat pula, pencarian data bakal lancar. Dengan teamwork baik, optimisme, dan senyum tulus, apapun rintangan survey yang menghadang, serasa bakal selalu bisa diselesein. Sekucel apapun bentuknya cewek teknik gara-gara dihantam begadang tugas dan agenda survey, yang penting senyum lebar dulu.


senyum hoy senyum


ya baiklaah ayo senyum


Senyum cewek teknik apalagi nih... ga boleh ikut-ikutan kering dan keras, kaya medan survey yang disambangi. Walaupun dibawah bendera teknik, sebagai kaum hawa, mereka tetep kudu tau basic merawat diri, dan semuanya dimulai dari merawat bibir, tempat senyuman itu berada #eceilee...

Begadang semaleman yang suka bikin ancur penampilan, bikin muka terlihat kusut, bakal tertolong dengan senyuman rutin yang bisa bikin muka jadi tampak awet muda. Walaupun kecil, daging yang bisa melengkung membuat senyuman itu, juga merupakan center-of-interest-nya muka. Yang paling bisa menampilkan impresi ramah dan bahagia kepada orang-orang yang ditemui saat survey lapangan. Makanya nih, mereka itu sebenernya musti punya benda kecil yang kudu banget dibawa kemana-mana: lipbalm



Walau observasi harus sampe ke tambak-tambak,
tapi bibir ga boleh sekering tanah tambak kan?



Jadi aku harus pake lipbalm? Kan itu kosmetik... buat yang cewek banget...
Aku cewe teknik setrooong, I’m natural, I don't need them

Semua cewek, ga terkecuali cewek teknik, kalau lagi ngaca, ga bakal ada yang mau lihat rupa bibirnya pecah-pecah kan? Apalagi kalau udah diluar, harus ketemu orang lain. Apalagi kalau ketemu orang yang penting urusannya ama tugas-tugas kuliah. Senyum tulus di hati, jadinya perih di bibir. Ga mauuu...

Sayangnya lipbalm di Indonesia sampai sekarang masih identik dengan satu gender, tapi sebenernya dia itu produk segala gender. Lipbalm juga bukan kosmetik yang fungsinya mempercantik penampilan. Lip balm itu produk perawatan kulit khusus kulit bibir, yang fungsinya buat melembabkan. Variasinya makin kesini, ada yang berwarna maupun ga, ada pula yang mengandung beberapa vitamin yang baik buat kulit bibir. Jadi malah jangan menghindar dari barang kecil ajaib satu ini, yang bisa bikin kita makin pede, bisa buat wajah tetep rapi dan sumringah saat survey. Cukup pilih dengan warna yang nggak mencolok biar bikin penampilan tetap natural senatural alam pedesaan.



senatural sayur dan sesehat sapi ini...


Bayangin... pada suatu hari, seorang bapak-bapak petani di sawah siang-siang lagi ngolah sawah, lalu ngeliat adek-adek mahasiswa-mahasiswa, melambai-lambai menyambanginya ke tengah sawah. Dia datang dengan disertai senyum tulus bibirnya yang suda terolesi lipbalm, mengatakan ‘sugeng enjing pak, nyuwun sewu.. anu.. dst’? translate: selamat pagi pak, minta seribu... anu... Lalu seketika bapaknya dengan sumringah balik ngasih senyum, rela ninggalin pekerjaannya yang berharga, demi kekepoan mahasiswa-mahasiswa yang jauh-jauh datang dari kota.

Pikir bapaknya ‘ini kenapa ini... di siang bolong, tumben ada anak muda yang nyamperin saya sambil senyam senyum’.. lalu mengalirlah lah cerita-cerita sepanjang Bengawan Solo. Dan akhirnya wawancara dan survey lancar, tugas pun kelar! Yey.. walau di kenyataan ga semudah itu


ini asli, bukan pencitraan


Intinya... berpenampilan baik itu bentuk menghargai orang yang bakalan ditemui di luar rumah nanti. Dan berpenampilan baik bisa dimulai dari hal-hal kecil seperti menjaga kelembaban bibir. Nah, kalo bibir udah terlanjur kering penuh kerutan, jangan dibasahin dengan ludah, karena malah bakal makin kering. Apalagi kalo survey di musim-musim udara kemarau penuh asap kaya gini, bibir kering bisa sampe terasa perih jika dibuat tersenyum. Ditambah habit tangan yang suka gatel tuh, ngelupasin kulit bibir... Hati-hati juga, bibir yang keseringan pecah-pecah, kalau terus-terusan dibiarin bakal bikin warna bibir berubah.

Udara dingin (ber AC), dan berangin juga bisa jadi penyebab bibir kering. Secara alus banget, udara-udara tadi ngebawa lari uap air dari kulit. Bibir sebagai kulit paling tipis dan paling rentan, dia bakal jadi sinyal pertama tubuh kalo mulai kekeringan. Nah kalau udah kering, segera aja, dengan sigap keluarin item ajaib itu... aplikasiin pake jari atau secara langsung jika kemasannya stick. Lebih baik lagi kalo lipbalm diaplikasiin secara rutin, misal sehabis mandi pagi atau sebelum tidur.

Omong-omong tentang produk lipbalm, ada satu produk lipbalm baru di Indonesia yang recommended buat kalian-kalian cewek strong, juga termasuk cewek cewek teknik penuh tekanan :P , yang ingin senyumnya tetap sempurna.. :P

 Khalisa Lip Care

Ya.. ini dia lipbalm yang berada dibawah lisensi Rohto Laboratories Indonesia, lipbalm Khalisa. Lipbalm Khalisa ini punya kandungan utama yang bener-bener udah teruji buat melembutkan dan melembabkan kulit, yaitu dari Beeswax, Shea Butter, dan Olive Oil.

Beeswax adalah lilin yang diproduksi lebah madu ketika ada di sarangnya. Yang unik, di dalam beeswax juga mengandung vitamin A, yang penting untuk perkembangan sel manusia. Banyak orang nggunain bahan ini untuk antiseptik dan penyembuhan luka. Hmm, kan cocok tuh kalau buat bibir yang kering terkelupas. Kalau Shea Butter adalah lemak dari ekstrak biji pohon shea (sejenis tanaman di Afrika) yang manfaatnya ternyata ga kalah top. Ga cuman melembabkan, ternyata shea butter bisa mengencangkan kulit, jadi tabir surya alami, juga meratakan warna kulit. Sedangkan Olive oil (minyak zaitun) bukan barang asing di Indonesia, yang fungsinya udah diketahui secara luas buat melembabkan .

Ketiga bahan tadi yang paling penting mereka dari alam, dan punya efek samping yang minim. Tapi Khalisa punya 2 keunggulan lain yang ngebedain dari lipbalm biasanya:
  1. Khalisa udah ngejamin produknya halal! Ada label MUI halal di kemasannya. Senyum udah ibadah, ditunjang dengan produk yang udah kejamin halalnya, gimana ga klop tuh ..
  2. Dengan nama produk Khalisa Lip Care, lipbalm yang satu ini juga cocok banget buat dipake melindungi bibir kalau buat panas-panasan mandi matahari waktu survey, karena ada kandungan SPF 25 dan Vitamin E nya. SPF 25 (Sun Protection Factor) yang befungsi sebagai UV protector, yang sering kita denger di produk-produk body lotion, jadi ramuan tokcer Khalisa buat melindungi bibir biar ga mateng berubah warna habis terpapar matahari.
Amazing tenan... Multifungsi!
Khalisa juga punya 4 varian lipbalm yang bisa banget disesuain ama berbagai kondisi:

  1. Red Cherry Peppermint -  Natural Red Color: warnanya merah lembut yang natural + aroma Cherry Peppermint segar, cocok digunain pas buru-buru dan pengen mendapatkan muka keliatan cerah, warna merahnya bikin muka kita jadi sumringah misal setela abis begadang semalaman
  2. Pink Bubble Gum - Natural Pink Color: warnanya pink lembut yang natural dengan aroma wangi permen karet yang manis. Cocok buat yang suka natural look! Cocok kalo mau survey ke kampung-kampung dan pedesaan hehe, biar penampilannya lebih melebur dengan masyarakat gitu
  3. Peach Caramel - Natural Peach Color: berwarna salem/peach yang natural dan beraroma Caramel manis. Karena warnanya sangat lembut, jadi lebih cocok buat yang punya jenis bibir cenderung terang atau pucat
  4. Pure Vanilla Honey - No Color: yang ini tanpa warna, tapi tetap beraroma wangi Vanilla :3 Varian ini yang paling bisa dipake buat pemula yang belum pede dengan lipbalm berwarna, atau paling mungkin buat digunain cowok sepertinyaa

Dimana bisa mendapatkannya? Kamu bisa cek list tokonya disini. Dengan harga sekitar Rp 20.000, jadikan lipbalm Khalisa must-to-have-item ketika bepergian.

"Balt-sun Lipbalm" illustration
by Penelope Dullaghan

Buat cewek-cewek yang merasa strong, yang suka observasi kemana-mana -ga cuman cewek-cewek teknik-  jangan sungkan-sungkan buat bawa selalu lipbalm Khalisa, barang ajaib berbentuk stik yang cuma punya berat bersih 2,2 gram ini, ke saku jaket. Kalian ga tau kejutan yang bakal menanti di tempat yang kalian datengin, gatau ‘iklim mikro’nya bakalan bisa mengacak-acak mood dan penampilan kaya gimana.

Seekstrim apapun daerah yang dikunjungi, sekenceng apa angin yang menerpa, sampe keabisan air dan kekurangan cairan, atau malah harus pergi pas puasa, jangan sampe kita semua lupa buat ngelakuin senyum tulus yang sempurna tadi. Tanda khas keramahan orang Indonesiaa.. Tanda kita bukan sembarang cewek teknik #azeek

Ga ada salahnya jadi orang yang selalu siap siaga, selalu well-prepared dengan bawa lip balm Khalisa yang super praktis ini. Jangan lupa juga, jaga selalu kesehatan kulit dari dalam dengan rajin minum air putih serta perbanyak konsumsi sayur dan buah. Let’s your smile enlighten the world, and love our body since young... Thank’s for reading! :D


Khalisa Lip Balm,
Lembabkan dan Warnai Tulusnya Senyummu




Sumber:
  • Dokumentasi pribadi
  • http://www.reactiongifs.com
  • https://www.facebook.com/KhalisaIndonesia?fref=ts
  • http://penelopeillustration.com 
  • https://www.facebook.com/SabunNaturalStory/posts/434964353256019 
  • http://www.merdeka.com/gaya/6-manfaat-super-shea-butter-untuk-kulit.html

#reflection

pure warmness

1:33 AM

i wanna be that person..
that always smile, warm and friendly

really.. that kind of type person is amazing

even if she's falling, and breaking down...
still, she want to show a beautiful fake smile
fakeness that can save her, even temporarily


but i hate fakeness and courteusness

and it's kinda boring..
seeing a human being always smile

it's tiring...
always pretending we're happy

but Rasul, he's the most-often to-smile person in this world


i was confusing


---


times goes by
i learnt something


being that kind of person
consistent, without artificial acts
can only come from the kindhearted
can comes with a pure goal
it's for the One

the One who holds our heart
the One in charges of all possibility

one step closer

--


and practice makes perfect yeaaah!

PART OF

http://kancutkeblenger.com/ http://indonesian-hijabblogger.com/ Blogger Perempuan